cerita bergambar menggapai cita cita

Muzilpun mengucapkan terima kasih kepada Bupati Hamim yang telah memberinya peralatan sekolah serta sepatu baru untuknya. Ia pun bertekad untuk mengenakan barang pemberian Bupati untuk menggapai cita-citanya menjadi seorang guru. Terus semangat Muzil. Jangan lupa, terus melangkah maju menjadi lebih baik, dan gapailah cita-citamu setinggi langit. Bibliografi: halaman 355-362 ; Glosarium : halaman 363-384 ; Indeks : halaman 385-386 ; Memang tak sedikit mahasiswa yang bingung dan belum mampu mengidentifikasi masalah penelitian, merumuskan permasalahan, sampai pada tahap membuat judul penelitian kualitatif saat akan membuat laporan akhir akademis. tujuankita hidup. Menggapai cita-cita atau membangun rumah tangga yang bahagia merupakan tujuan yang umum untuk semua orang. 40+ Puisi Kehidupan Penuh Makna dan Harapan Penyemangat Hidup Puisi idul adha qurban yang yang dipublikasikan puisi dan kata bijak ada beberapa judul yang tentunya menceritakan dan membahas tentang hari raya idul adha. Contohnya apabila memiliki hobi dibidang seni seperti melukis, menggambar, fotografi, dan yang lain sebagainya. Bisa jadi hal itu merupakan cikal bakal munculnya sebuah cita-cita yang selama ini sudah muncul di dalam diri, dan perlu dikembangkan di kemudian hari. 2. Kompetensi Diri. 19Gambar Poster Tentang Meraih Cita Cita Terkini Lingkar Png from kartun lucu malam jumat; Selain bisa chattingan, media sosial juga dapat buat saling kirim file penting misalnya foto, video, lokasi, dokumen serta lain sebagainya. Raden ajeng kartini, visualisasi, buku cerita bergambar kartini adalah pahlawan emansipasi wanita, abad ke 20, cermin harkat wanita yang terperosok. Rencontre Annuelle Des Musulmans Du Sud. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. "MENGGAPAI CITA - CITA"Ada seorang anak yang tinggal di desa, anak itu bernama Anto. Anto hidup di keluarga yang kurang mampu. Ia sedang duduk di bangku kelas 3 disebuah SMA di desanya. Anto adalah siswa yang cukup pandai di sekolahnya. Dan selalu mendapat rangking 3 besar. Anto merupakan siswa yang baik, mudah bergaul, dan ramah kepada siapapun. Ia mempunyai cita – cita ingin menjadi Guru. Agar dapat memajukan pendidikan di desanya. Setelah lulus dari bangku SMA Anto kebingungan memilih antara meneruskan pendidikan ke Perguruan Tinggi atau mau bekerja. Karena orang tuanya tidak memiliki biaya untuk membiayai sekolahnya. Karena ingin menggapai cita – citanya akhirnya Anto memutuskan untuk meneruskan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Ia memilih untuk melanjutkan studinya ke Perguruan Tinggi yang ada di Kota. Disaat itu juga Anto bingung untuk memilih Perguruan Tinggi mana yang ia inginkan. Karena di kota banyak Pergurun Tinggi yang baik dan bagus. Akhirnya ia mengikuti seleksi disalah satu Perguruan Tinggi ternama di kota tersebut, ia bersaing dengan ribuan orang dari berbagai wilayah untuk masuk ke Perguruan Tinggi tersebut, dan ia berharap bisa masuk akan tetapi takdir berkata lain ia tidak dinyatakan lolos, Anto pun tidak pantang menyerah dan terus bersemangat untuk mencari Perguruan Tinggi. Ia mencoba mengikuti seleksi lagi di Perguruan Tinggi lain yang ada di kota tersebut. Dengan perasaan yang tegang dan bercampur aduk ia menunggu hasil pengumuman, akhirnya saat - saat yang dinantikan telah tiba. Ia melihat hasil tes seleksi di papan pengumuman dan ia dinyatakan lolos sebagai mahasiswa baru di Perguruan Tinggi tersebut. Dan perasaannya saat itu langsung senang bercampur haru, karena ia dinyatakan lolos. Akan tetapi Anto ragu untuk mengambil haknya masuk ke Perguruan Tinggi tersebut, karena ia tidak memiliki cukup biaya. Tetapi dengan semangat dan dukungan kedua orang tua, Anto memantapkan diri untuk masuk ke Perguan Tinggi tersebut. Dan ia berusaha untuk tidak membebani kedua orang tuanya, Anto pun berpikir untuk kuliah sambil bekerja supaya bisa memenuhi kebutuhannya. Ia pun bekerja diwaktu senggang bila ia tidak ada jam kuliah. Ia bekerja sebagai penjaga warnet disekitar tempat tinggalnya. Anto bekerja keras untuk membiayai hidupnya dan membiayai kuliahnya. Supaya bisa menggapai cita – cita yang selama ini ia inginkan yaitu untuk menjadi guru. Tetapi jalan Anto untuk menggapai cita – cita memang tidaklah mudah, ia harus melewati banyak cobaan. Tetapi Anto berusaha semaksimal mungkin untuk menjalankannya. Dengan menjadi penjaga warnet Anto berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya. Dengan cara itu juga Anto bisa membiayai kuliahnya sendiri, dan tidak meminta kepada orang tuanya. Sebagai mahasiswa Anto merupakan mahasiswa yang aktif, dengan mengikuti berbagai kegiatan di kampusnya. Ia juga merupakan mahasiswa yang pandai dengan ipk lebih dari Dengan ipk tersebut akhirnya Anto mendapatkan beasiswa dari Perguruan Tinggi tersebut. Selama menjadi mahasiswa Anto tetap berusaha keras agar dapat meraih cita – citanya menjadi seorang gurudapat tercapai. Dengan kegigihannya tersebut ia dapat menyelesaikan kuliahnya dalam kurun waktu 4 tahun. Selama 4 tahun sebagai mahasiswa ia berjuang untuk tidak pantang menyerah dalam hal apapun. Dengan doa dan dukungan kedua orang tuan yang selama ini tiada hentinya akhirnya membuahkan hasil. Dan perjuangan selama 4 tahun tersebut tidak sia – sia, Anto akhirnya di wisuda. Kedua orang tua Anto ikut bangga atas pencapaian yang yang selama ini ia berikan kepada orang tuanya. Kunci dari keberhasilan Anto menjadi seorang sarjana yaitu tidak luput dari kerja kerasnya dan sifat pantang menyerah selama ini dalam hal apapun. Dan sekarang Anto sudah menjadi sarjana, akan tetapi perjuangan Anto belum selesai sampai disini. Anto harus mengejar dan mewujudkan cita – cita yang selama ini ia inginkan yaitu ingin menjadi guru. Dengan gelar sebagai sarjana Anto berusaha mengikuti tes cpns untuk menjadi guru. Akan tetapi perjuangannya untuk menjadi guru tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ia harus berusaha dan bersaing dengan ribuan orang dari berbagai wilayah untuk menjadi guru. Anto tidak pantang menyerah, setiap ada kesempatan ia terus berusaha dengan mengikuti tes berulang kali. Setelah mengikuti tes berulang kali akhirnya Anto dinyatakan lulus. Dan ternyata ia di tempatkan di sebuh sekolah tempat Anto bersekolah semasa SMA dulu. Lihat Cerpen Selengkapnya Ayo Ketawa Gudangnya Humor Indonesia Ayo Ketawa! - Murid-murid sebuah SD sedang sibuk menggambar cita-citanya masing-masing. Edi menggambar seorang pilot sesuai dengan cita-citanya. Wandi menggambar seorang dokter dengan steteskop melingkar di lehernya. Lulu menggambar seorang guru yang sedang mengajar. Didi kelihatannya bingung, Ia belum menggambar. Bu guru datang menghampirinya dan bertanya. ” Mengapa kamu belum menggambar, Di?” “Saya bingung menggambarnya Bu guru sebab cita-cita saya ingin kawin.”

cerita bergambar menggapai cita cita